Langsung ke konten utama

Di Tepi Langit

Kemudian aku tertegun untuk melangkah lebih jauh. Kini nafasku sudah tak kuat untuk mempertahankan ini semua. Aku mencoba untuk bangkit kembali.
Satu hal yang aku tak mengerti apakah aku masih mampu untuk merajut cita dan cinta.
Di sisi hati ini sebenarnya amatlah lelah. Namun aku harus tetap bertahan walau semuanya sudah hambar.
Dan kemudian akhirnya aku memutuskan untuk memahami makna ini semua. Tapi hati ini seperti tersayat dalam-dalam. Entah apa yang aku rasakan...tak karuan dalam benak ini. Sehingga ada dalam setiap langkah dan setiap waktu terlukis di sela-sela ketidak mampuanku.
Aku harus bisa berdiri dan berlari sekencang mungkin untuk menjauh dan jauh hingga tak tampak.
Kemudian aku tertegun dan berfikir di saat angin menerpa tiba-tiba..ada apa ini dalam diriku...kenapa aku harus seperti ini. Tidak..aku harus berdiri...dan harus.
Toh semuanya tak ada yang mengerti....hanya aku dan Tuhanku.

Postingan populer dari blog ini

Edelweis

Edelweis Biar nan jelita khan ada di puncak Sejati diri menyapa langit nan biru Permai indah selalu dalam asa Terukir kata indah dalam cerita Duhai laras nan anggun Menanti diri tuk selalu tersenyum Sapaanmu biru dan memerah Namun edelweis tersenyum untuk selalu Hilang saat pinus dan cemara Menjaga rasa hingga sejuk terpana Butiran embun kemilau memancar rasa Pelangi menawarkan rasa Duhai engkau putih yang selalu bertebing (by :  Rujiko)

Camar Di Gelombang Pasang

CAMAR DI GELOMBANG PASANG Ada di antara buih Tersibak angin di ujung cakrawala Nun jauh camar menari dan melayang Indah dan cantik dibawa angin gelombang pasang Kala itu pelangi merona penuh warna Nan indah dan anggun Bak irama nan merdu mendayu Disisi hati yang murni berseri Duhai yang jauh di sana Ada apa nian dikau Yang dulu bak camar itu Tak ada lagi nyanyianmu Duhai yang indah di sana Buai katamu hilang Rona menawanmu tertunduk Bak kehilangan kata-kata Camar yang indah Hidup ini indah Biar seperti air mengalir Ikutilah sayapmu tuk kembali terbang Duhai yang menawan hati Pandanglah Edelweis di sana Khan selalu abadi tuk tersenyum Bersama itu kau khan menemukan indahnya hidup (by:Rujiko)

Melintas Waktu

Bila Ada Seperti cahaya kunang Tak terlihat gelap Hanya berkilau dan berkedip Seakan daun mata yang berangin - angin Tak terasa gelapnya Bila ada sinar kembali Temarampun kembali terang Seakan dunia bermandikan surya Hanya itu bila ada (by : Rujiko)