Langsung ke konten utama

Di Tepi Langit

DI TEPI LANGIT

Kutelusuri hidup di antara realita
Terpana indahnya kehidupan
Yang selalu menyatu diujung pengharapan
Untuk bisa menjadi harapan

Itu khan selalu mencuat dibilik hati
Sekecil cinta dan cita membara di ujung sepi
Hanya setapak lentera merajut mimpi
Indah memang dipandang mata

Namun langit tak selalu terang dan biru
Kala senja kala mendung
Berbaur deru petir dan angin
Hingga tiada sedikit kering tuk mengharap

Kian khan ada berjalan
Diantara tepian langit tuk memohon
Pada yang di atas sana
Tuk dapat menerangi semua realita indah itu

Sempat bergeming dan lepas
Meloncat dan akan jatuh hingga tak bertengger lagi
Tepi langit itu suci
Masihkah ada tempat di sana
Walau hanya ditepian langit

(by:Rujiko)

Postingan populer dari blog ini

Edelweis

Edelweis Biar nan jelita khan ada di puncak Sejati diri menyapa langit nan biru Permai indah selalu dalam asa Terukir kata indah dalam cerita Duhai laras nan anggun Menanti diri tuk selalu tersenyum Sapaanmu biru dan memerah Namun edelweis tersenyum untuk selalu Hilang saat pinus dan cemara Menjaga rasa hingga sejuk terpana Butiran embun kemilau memancar rasa Pelangi menawarkan rasa Duhai engkau putih yang selalu bertebing (by :  Rujiko)

Camar Di Gelombang Pasang

CAMAR DI GELOMBANG PASANG Ada di antara buih Tersibak angin di ujung cakrawala Nun jauh camar menari dan melayang Indah dan cantik dibawa angin gelombang pasang Kala itu pelangi merona penuh warna Nan indah dan anggun Bak irama nan merdu mendayu Disisi hati yang murni berseri Duhai yang jauh di sana Ada apa nian dikau Yang dulu bak camar itu Tak ada lagi nyanyianmu Duhai yang indah di sana Buai katamu hilang Rona menawanmu tertunduk Bak kehilangan kata-kata Camar yang indah Hidup ini indah Biar seperti air mengalir Ikutilah sayapmu tuk kembali terbang Duhai yang menawan hati Pandanglah Edelweis di sana Khan selalu abadi tuk tersenyum Bersama itu kau khan menemukan indahnya hidup (by:Rujiko)

Melintas Waktu

Bila Ada Seperti cahaya kunang Tak terlihat gelap Hanya berkilau dan berkedip Seakan daun mata yang berangin - angin Tak terasa gelapnya Bila ada sinar kembali Temarampun kembali terang Seakan dunia bermandikan surya Hanya itu bila ada (by : Rujiko)